Hougan menjelaskan bahwa hampir separuh volume perdagangan Hyperliquid sekarang berasal dari aset non-kripto.
Aset tersebut meliputi komoditas, kontrak berjangka indeks S&P 500, hingga saham pre-IPO.
Ia juga mengatakan bahwa Hyperliquid baru-baru ini menambahkan prediction market ke dalam lini produknya yang terus berkembang.
Selain pertumbuhan bisnisnya, perhatian pasar juga tertuju pada struktur token asli Hyperliquid bernama HYPE.
Hougan menyebut token tersebut sebagai bagian dari generasi baru aset kripto yang dirancang untuk menangkap nilai platform secara langsung melalui mekanisme buyback berbasis biaya transaksi.
Menurutnya, sekitar 99% biaya perdagangan yang dihasilkan platform dialokasikan untuk membeli kembali token HYPE di pasar.
Ia membandingkan struktur tersebut dengan token DeFi generasi lama yang dulu memiliki keterkaitan ekonomi terbatas terhadap pendapatan platform akibat ketidakpastian regulasi pada masa kepemimpinan mantan Ketua SEC Gary Gensler.
Hougan memperkirakan pendapatan tahunan Hyperliquid kini berada di kisaran US$800 juta hingga US$1 miliar.
Dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar US$10 miliar sampai US$11 miliar, ia menilai pasar saat ini masih menghargai Hyperliquid seperti bursa perpetual futures kripto biasa.
Padahal menurutnya, platform tersebut telah berkembang menjadi ekosistem perdagangan multi-aset yang jauh lebih luas.
Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, juga ikut memberikan pandangannya mengenai pertumbuhan Hyperliquid.
Dalam tulisan blog terbarunya, Hayes menyatakan bahwa Hyperliquid saat ini merupakan proyek kripto dengan penghasil pendapatan terbesar di luar sektor stablecoin.
















































Discussion about this post