Polygon mencatat bahwa saat ini lebih dari 3,6 miliar POL telah di-stake.
Namun hanya sekitar 4% hingga 5% yang memiliki likuiditas.
Kondisi ini membuat sebagian besar modal terkunci dan tidak dapat dimanfaatkan dalam aktivitas seperti lending, trading, atau strategi DeFi lainnya.
Melalui sPOL, Polygon berupaya mengubah kondisi tersebut.
Pada saat peluncuran, pengguna akan menerima sPOL dengan rasio 1:1 terhadap POL yang di-stake.
Seiring waktu, jumlah sPOL tetap sama.
Namun nilai penukarannya terhadap POL akan meningkat seiring akumulasi reward.
Artinya, pengguna memegang aset likuid yang terus menghasilkan imbal hasil.
Untuk mendukung peluncuran ini, Polygon mengalokasikan 10 juta sPOL dari dana treasury pada hari pertama.
Ke depan, jumlah ini akan ditingkatkan hingga mencapai total likuiditas awal sebesar 100 juta.
Langkah ini bertujuan menciptakan kedalaman pasar sejak awal tanpa harus menunggu pertumbuhan organik.
Momentum peluncuran sPOL juga bertepatan dengan meningkatnya aktivitas stablecoin di jaringan Polygon.
Pada bulan Maret saja, jaringan ini memproses 178 juta transaksi stablecoin.
Angka tersebut mewakili sekitar 35% dari total volume transfer stablecoin global.
Dalam konteks ini, kebutuhan akan likuiditas on-chain yang lebih dalam menjadi semakin penting.
Polygon juga mengungkap bahwa sekitar 330 juta dolar AS dalam bentuk POL saat ini digunakan untuk menjaga keamanan jaringan.
Namun dana tersebut masih belum optimal secara ekonomi.
Melalui sPOL, Polygon berupaya mengaktifkan kembali modal yang terkunci tersebut tanpa mengorbankan keamanan jaringan.(*)













































Discussion about this post