ISTANAGARUDA.COM – Gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif ternyata memicu tekanan besar pada pasokan memori komputer dunia, menciptakan kelangkaan RAM yang berpotensi mengubah peta industri teknologi dan pusat data dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan penyedia solusi teknologi informasi global, SHI International, menyoroti bagaimana lonjakan kebutuhan infrastruktur AI kini berdampak langsung pada ketersediaan DRAM, komponen penting yang menjadi tulang punggung berbagai perangkat komputasi modern.
Direktur End User Compute SHI untuk Inggris, Cheryl Slater, menjelaskan bahwa perusahaannya membantu pelanggan memilih, memperoleh, mengelola, menguji, mengonfigurasi, hingga menerapkan berbagai teknologi melalui jaringan pusat integrasi dan inovasi yang tersebar di berbagai wilayah dunia.
Menurut Cheryl, SHI menggabungkan skala perusahaan integrator sistem global dengan pendekatan personal layaknya penyedia layanan lokal, sehingga mampu mendukung organisasi dalam memaksimalkan produktivitas sekaligus meningkatkan pengembalian investasi teknologi.
Ia menjelaskan bahwa Random Access Memory (RAM) merupakan komponen yang berfungsi sebagai memori sementara dalam perangkat komputasi.
RAM menyimpan data dan kode aplikasi yang kemudian diakses oleh Central Processing Unit (CPU), sehingga proses komputasi dapat berjalan jauh lebih cepat.
Saat ini terdapat berbagai jenis RAM, termasuk Dynamic RAM (DRAM) yang banyak digunakan pada komputer pribadi, laptop, dan telepon pintar.
















































Discussion about this post