Presiden Prabowo Subianto hadir di Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 15 Desember 2025.(Presidenri)
ISTANAGARUDA.COM – Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga kelangsungan usaha rakyat dengan menyiapkan relaksasi Kredit Usaha Rakyat bagi debitur terdampak bencana alam di tiga provinsi utama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan khusus terkait dampak bencana terhadap penyaluran KUR di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam laporannya, Airlangga menjelaskan bahwa total penyaluran KUR di tiga wilayah tersebut mencapai Rp43,95 triliun.
Jumlah debitur yang menerima KUR di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat sebanyak 1.018.282 orang.
Dari total penyaluran tersebut, nilai kredit yang terdampak langsung oleh bencana mencapai Rp8,9 triliun.
Jumlah debitur KUR yang terdampak bencana tercatat sebanyak 158.848 orang.
“Total Aceh, Sumut, dan Sumbar KUR-nya Rp43,95 triliun, Pak Presiden. Dan jumlah debiturnya ada 1.018.282 orang. Yang terdampak kepada bencana ini ada Rp8,9 triliun dan 158.848 debitur,” ujar Menko Airlangga dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 15 Desember 2025.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mengusulkan kebijakan penghapusan kewajiban pembayaran angsuran pokok dan bunga bagi debitur KUR yang terdampak bencana.
Dalam skema tersebut, bank penyalur tetap menerima pembayaran pokok dan bunga tanpa perlu mengajukan klaim.












































Discussion about this post