AI tersebut sengaja diprogram untuk membuang waktu para penipu dengan membuat percakapan berlangsung selama mungkin.
Sistem bahkan mampu menghitung berapa lama waktu yang berhasil dihabiskan untuk menjebak scammer dalam percakapan palsu tersebut.
Tidak hanya menerima telepon, Clone juga memiliki kemampuan melakukan panggilan atas nama pengguna.
AI ini dapat membantu menjadwalkan janji temu, melakukan tindak lanjut pesan, hingga mengurus komunikasi sederhana tanpa perlu campur tangan langsung dari pemilik akun.
Teknologi seperti ini dipandang menjadi solusi menarik bagi orang-orang yang mengalami kecemasan saat harus menerima atau melakukan panggilan telepon.
Kemunculan AI Clone juga menunjukkan bagaimana industri telekomunikasi mulai bergerak menuju layanan komunikasi otomatis berbasis kecerdasan buatan yang lebih personal.
Jika teknologi ini berkembang lebih jauh, bukan tidak mungkin di masa depan AI dapat menjadi “wakil digital” yang mengurus sebagian besar komunikasi harian penggunanya.(*)















































Discussion about this post