ISTANAGARUDA.COM – IBM dan Oracle resmi memperluas kemitraan strategis mereka menjelang usia kerja sama yang mencapai 40 tahun, dengan fokus besar pada pengembangan AI, hybrid cloud, dan otomatisasi bisnis modern.
IBM dan Oracle mengumumkan serangkaian kemampuan baru yang dirancang membantu perusahaan mempercepat adopsi kecerdasan buatan di berbagai sistem bisnis.
Kerja sama terbaru ini mencakup pengembangan agentic AI, infrastruktur hybrid cloud, hingga otomatisasi perusahaan berskala besar.
Dalam pengumuman resmi di IBM Newsroom, Charles Jenkins dan Corinne Koppel menyebut tahun 2026 akan menjadi tonggak penting hubungan kedua perusahaan.
“Tahun ini, kami merayakan tahun ke-40 kemitraan strategis antara IBM dan Oracle.”
“Untuk menandai pencapaian tersebut, kami memajukan kemitraan kami guna membantu memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan membantu mereka sukses di era AI dan hybrid cloud.”
Kolaborasi terbaru tersebut hadir di tengah tantangan besar yang dihadapi banyak perusahaan ketika mencoba memindahkan proyek AI dari tahap uji coba menuju penggunaan nyata di lingkungan produksi.
Menurut IBM Institute for Business Value, banyak perusahaan masih kesulitan mengintegrasikan aplikasi dan data di berbagai lingkungan cloud yang berbeda.
Salah satu perubahan penting dalam kerja sama ini adalah hadirnya Red Hat Enterprise Linux di Oracle Cloud Infrastructure
mulai tahun 2026.
Langkah tersebut menjadi perubahan dari model sebelumnya yang mengharuskan pelanggan membawa langganan sendiri atau Bring Your Own Subscription.














































Discussion about this post