Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level USD 90.519 dengan penurunan 1,9 persen dalam 24 jam terakhir.
Secara bulanan, Bitcoin mencatat koreksi sebesar 12,5 persen.
Pasar menunjukkan sinyal campuran dengan harga yang bergerak konsolidatif dan indikator momentum yang belum solid.
Analis kripto Joep menilai bahwa tren makro jangka panjang Bitcoin masih terjaga meski struktur tren jangka pendek mengalami pelemahan.
Ia menyoroti kurangnya kekuatan untuk menembus level Fibonacci utama.
Kondisi tersebut membuka peluang pergerakan menuju area USD 80.000.
Jika level itu gagal bertahan, zona USD 65.000 dinilai sejalan dengan struktur harga sebelumnya.
Meski tetap berpandangan bullish dalam jangka panjang, Joep mengingatkan bahwa situasi saat ini tidak ideal untuk mengejar harga dan menekankan pentingnya kesabaran.
Sementara itu, analisis grafik dari Trending Bitcoin memproyeksikan potensi dasar harga Bitcoin di level USD 40.000 pada tahun 2026.
Proyeksi tersebut didasarkan pada pola siklus historis yang menunjukkan potensi penurunan sekitar 70 persen dari puncak tahun 2025 di kisaran USD 126.000.
Namun demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa prediksi berbasis siklus bukanlah jaminan.
Harga Bitcoin tetap dipengaruhi berbagai faktor di luar analisis teknikal semata.(*)

















































Discussion about this post