Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 rumah sakit disebut telah mulai beroperasi.
Presiden menegaskan bahwa akses terhadap rumah sakit yang layak harus menjadi hak masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.
“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar,” ujar Presiden.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian pemerintah adalah ketersediaan tenaga medis yang belum merata di berbagai daerah.
Prabowo menyebut Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, serta 55.712 dokter spesialis yang tersebar di 481 kabupaten dan kota.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis.
Pemerintah juga akan terus mencari model baru agar proses pendidikan dan penyediaan tenaga dokter dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas.
“Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif,” tegas Presiden.
Sementara itu, transformasi pendidikan menjadi agenda besar lainnya yang dipaparkan Presiden di hadapan DPR RI.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat pada 2029.
Percepatan pembangunan akan dilakukan terutama pada 2027 dan 2028 agar siswa tidak lagi belajar dalam ruang kelas dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak, atau bangunan yang membahayakan keselamatan.

















































Discussion about this post