“Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita. Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun,” ungkap Presiden.
Pemerintah juga akan mengembangkan pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui layar pintar interaktif atau interactive flat panel (IFP) di ruang kelas.
Selain menyediakan perangkat digital, pemerintah akan memperluas pembelajaran jarak jauh sehingga siswa di berbagai daerah dapat memperoleh akses terhadap materi dan pengajar berkualitas.
Pada akhir 2026, pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat IFP.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di pusat kota dan sekolah yang berada di daerah terpencil.
Di sisi lain, Presiden menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperjuangkan pendidikan tanpa pungutan biaya di seluruh sekolah negeri.
Menurut Prabowo, pendidikan bukan sekadar layanan publik, melainkan hak fundamental setiap anak Indonesia yang menjadi modal penting bagi masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi untuk pemerintah kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis,” pungkas Presiden.
Melalui agenda tersebut, pemerintah ingin memastikan transformasi nasional tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui layanan kesehatan dan pendidikan yang semakin mudah diakses.

















































Discussion about this post