Prabowo menekankan bahwa jarak geografis tidak boleh menjadi alasan masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh layanan kesehatan dasar.
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” tegas Presiden.
Untuk daerah yang memiliki hambatan geografis dan sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah juga menyiapkan pendekatan pelayanan yang lebih fleksibel.
Salah satu terobosan yang didorong adalah pemanfaatan ambulans udara menggunakan helikopter maupun pesawat berukuran kecil.
Pemerintah bahkan membuka kemungkinan menghadirkan tim dokter terbang agar tenaga kesehatan dapat mendatangi langsung masyarakat yang berada dalam kondisi kritis atau wilayah yang terkena bencana.
“Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” ucap Presiden.
Penguatan sistem kesehatan tidak berhenti pada fasilitas primer karena pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas lebih dari 440 rumah sakit umum daerah atau RSUD.
Penguatan RSUD tersebut diarahkan agar setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas rumah sakit yang mampu memberikan layanan kesehatan modern.
Prioritas pelayanan mencakup penanganan penyakit dengan angka kematian tinggi seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal, sekaligus memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Sebagai bagian dari tahap awal program tersebut, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.

















































Discussion about this post