“Tidak ada negara maju yang tidak unggul dalam memberikan pelayanan publik. Pemerintah harus menjadi pemerintah yang unggul, membantu swasta menciptakan lapangan kerja. Tidak ada negara yang maju kalau pemerintah yang lemah, birokrasi yang lemah. Tidak ada negara maju kalau tidak ada kepastian hukum,” tutur Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mengungkapkan langkah pemerintah memperkuat institusi negara melalui peningkatan kesejahteraan aparatur, termasuk kalangan hakim.
Menurut Presiden, langkah tersebut penting untuk membangun sistem pemerintahan dan penegakan hukum yang bersih serta profesional.
“Ada yang sampai hampir 300 persen naiknya penghasilan hakim-hakim kita,” ucapnya.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti melakukan pembenahan birokrasi dan pemberantasan korupsi di seluruh sektor.
Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat membersihkan praktik penyimpangan agar kepercayaan rakyat terhadap negara semakin kuat.
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,” ucapnya.
Selain memperkuat tata kelola pemerintahan, Presiden turut menyoroti perkembangan program Koperasi Merah Putih yang terus diperluas untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan hingga ke daerah-daerah.
Pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi dapat aktif beroperasi guna memperkuat ekonomi desa dan kecamatan di seluruh Indonesia.
“Koperasi Merah Putih sudah 1.061 yang operasional. Target kita di bulan Agustus, kita akan operasionalkan minimal 20 ribu kooperasi, dan di akhir tahun harus di atas 60 ribu,” tutur Kepala Negara.


















































Discussion about this post