Presiden turut mengkritik lambatnya proses birokrasi dan perizinan usaha yang dinilai menghambat pertumbuhan investasi nasional.
Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah harus menghadirkan sistem yang lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik pungutan liar terhadap dunia usaha.
“Jangan pengusaha diperas terus. Jangan pengusaha diganggu. Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah, pengusaha, buruh, UMKM, hingga pemerintah daerah untuk membangun semangat kerja sama demi menciptakan kemakmuran nasional yang lebih besar.
“Bila kita bersatu, bila kita kerja sama seperti ini—pengusaha, swasta, pemerintah, UMKM, pemerintah pusat, pemerintah daerah—semuanya kita kerja sama, semuanya memiliki rasa panggilan yang sama, kita akan menciptakan kemakmuran yang luar biasa,” jelasnya.(*)


















































Discussion about this post