Kepala Negara menegaskan bahwa negara tetap wajib hadir untuk melindungi rakyat dan memastikan keadilan ekonomi berjalan dengan baik.
Namun di sisi lain, Presiden juga menilai Indonesia membutuhkan semangat kewirausahaan yang kuat, keberanian mengambil risiko, kompetisi sehat, dan inovasi dari dunia usaha nasional.
Dalam kesempatan itu, Presiden turut mendorong lahirnya generasi pengusaha baru dari kalangan anak muda Indonesia.
Pemerintah, kata Presiden, tengah menyiapkan penguatan pendidikan kewirausahaan agar generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur negara, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Selain pendidikan, Presiden juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi perusahaan rintisan atau startup agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru nasional.
“Begitu dia selesai, kita juga harus memberi kredit startup. Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru,” lanjut Presiden.
Presiden Prabowo juga meminta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara agar lebih berpihak kepada pelaku UMKM dan masyarakat kecil.
Menurut Presiden, akses pembiayaan tidak boleh hanya dinikmati kelompok usaha besar yang sudah mapan dan terus-menerus menerima fasilitas kredit.
“Saya minta bank-bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotik. Jangan dia lagi, dia lagi, yang dikasih kredit orang yang sudah kaya. Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus-menerus dikasih kepada mereka,” ucapnya.


















































Discussion about this post