Dalam pidatonya, Presiden menggambarkan harapan sederhana masyarakat Indonesia yang mendambakan kehidupan layak, pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan memadai, dan pekerjaan dengan penghasilan cukup.
“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa membeli susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit, atau bapak mereka sakit,” kata Presiden.
“Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita,” lanjutnya.
Presiden kemudian menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak.
“Untuk itu, menurut pendapat pemerintah dan saya yakin seluruh patriot Indonesia akan mendukung bahwa bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua,” tuturnya.
Selain menyoroti ekonomi, Presiden juga menekankan pentingnya keadilan hukum agar seluruh rakyat, khususnya masyarakat kecil, mendapatkan perlindungan yang sama di hadapan hukum.
“Kita ingin melihat Indonesia yang setiap warga negaranya hidup rukun, damai, cukup sandang, pangan, dan papan. Kita ingin Indonesia yang ‘gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo’,” ujar Presiden.

















































Discussion about this post