Presiden juga menyoroti kondisi dunia yang dinilai sedang menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi sehingga pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas nasional.
Menurut Presiden, situasi global yang penuh tekanan turut memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri sehingga pemerintah wajib hadir secara langsung memberikan arah yang jelas kepada rakyat.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” imbuh Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menegaskan keyakinannya bahwa Pasal 33 UUD 1945 merupakan fondasi utama untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera.
Kepala Negara menyebut para pendiri bangsa sejak awal telah menyiapkan arah pembangunan ekonomi nasional melalui konstitusi negara.
“Saya ingin tegaskan hari ini, keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945, kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola negara demi memperbaiki masa depan Indonesia.
“Saya merasa hari ini harus saya sampaikan dari eksekutif kepada legislatif, dihadiri oleh pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara. Marilah kita berani untuk menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan, atau kekurangan,” ujarnya.

















































Discussion about this post