ISTANAGARUDA.COM – Liz Truss melontarkan pandangan tajam tentang masa depan ekonomi Inggris dengan menyoroti Bitcoin sebagai alternatif di tengah kekhawatiran atas melemahnya nilai mata uang dan kegagalan kebijakan moneter.
Ia menilai stagnasi ekonomi yang berkepanjangan di Inggris bukan sekadar siklus biasa.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan masalah yang lebih dalam terkait konsep uang yang sehat.
Ia mengaitkan hal ini dengan pelemahan nilai mata uang serta kebijakan ekonomi yang dinilai tidak efektif.
Truss menyebut banyak persoalan ekonomi Inggris berasal dari penurunan nilai pound sterling.
Ia menghubungkan kondisi ini dengan inflasi serta praktik pencetakan uang dalam jumlah besar.
Menurutnya, pelemahan tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade.
Dalam pandangannya, ketertarikannya terhadap Bitcoin semakin kuat karena isu tersebut.
Ia mengaku “sangat tertarik” pada cryptocurrency.
Ia juga menjelaskan bahwa pertama kali mengenalnya saat bekerja di Kementerian Keuangan Inggris.
Ia bahkan sempat menyebutnya di lingkungan tersebut untuk “mengguncang keadaan.”
Peran Truss di Treasury berlangsung sekitar dua tahun hingga Juli 2019.
Setelah itu, ia menjabat sebagai perdana menteri Inggris pada tahun 2022 selama 45 hari.
Pengalaman tersebut membentuk pandangannya terhadap kebijakan moneter.
Truss menilai kurangnya diskusi serius tentang konsep uang di kalangan pemerintah dan akademisi sebagai sesuatu yang “cukup mengkhawatirkan.”
Ia juga menyebut kebijakan moneter telah menjadi “topik tabu” di dalam pemerintahan.

















































Discussion about this post