Laporan tersebut menyebut seri iPhone 17 mendapatkan respons penjualan yang sangat kuat di negara tersebut.
Sementara itu, Tesla memandang China sebagai salah satu fondasi utama produksi kendaraan listrik dan pengembangan teknologi Full Self-Driving.
Tesla juga disebut membutuhkan kepastian terkait aturan pemetaan digital, lokalisasi data, serta kebijakan pembaruan perangkat lunak agar dapat bersaing dengan produsen lokal China yang bergerak sangat cepat.
Delegasi Trump ke Beijing dinilai sebagai upaya menghentikan penurunan arus perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang dalam beberapa tahun terakhir disebut turun sekitar 20 persen.
Lewat pendekatan baru yang lebih transaksional, kedua negara kemungkinan akan bertukar akses pasar dengan akses teknologi.
Dalam skema tersebut, chip AI buatan Amerika Serikat bisa saja menjadi mesin utama yang menggerakkan gelombang robotika dan otomatisasi baru di China.
Ke depan, perhatian dunia diperkirakan akan tertuju pada izin ekspor chip AI apa saja yang disetujui pemerintah Amerika Serikat dan bagaimana China mempercepat pengembangan chip domestiknya sendiri.
Kecepatan perusahaan cloud China membangun pusat data berbasis GPU H200 juga akan menjadi indikator penting dalam persaingan AI global.
Pada akhirnya, akses terhadap daya komputasi menjadi faktor utama penentu kekuatan AI modern.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa meski rivalitas antara Washington dan Beijing tetap berlangsung, kedua negara tampaknya mulai mencari titik kompromi baru agar roda industri AI global tetap berputar di kedua sisi Samudra Pasifik.(*)














































Discussion about this post