Perubahan ini dirancang agar tim dapat bergerak lebih cepat dan memastikan setiap pemimpin ikut terlibat langsung dalam pengerjaan proyek.
Brian bahkan menegaskan tidak akan ada lagi “manajer murni” di Coinbase.
“Manajer harus seperti pelatih yang ikut bermain, turun langsung bekerja bersama tim mereka,” ujarnya.
Transformasi serupa ternyata juga mulai diterapkan perusahaan teknologi lain.
CEO perusahaan fintech Block
, Jack Dorsey, sebelumnya juga mengumumkan pemangkasan besar-besaran terhadap tenaga kerja perusahaan.
Pada Februari lalu, Block disebut memangkas sekitar 40 persen pegawainya.
Dalam podcast Long Strange Trip, Jack menjelaskan bahwa perusahaannya memangkas lapisan manajemen menengah dari lima tingkat menjadi hanya dua atau tiga tingkat saja.
Ia bahkan menyebut struktur ideal perusahaan masa depan kemungkinan tanpa lapisan manajemen sama sekali.
“Dalam kondisi paling ideal, tidak ada lapisan sama sekali,” kata Jack.
“Semua orang di perusahaan melapor langsung kepada saya dan itu akan mencakup seluruh 6.000 pegawai perusahaan. Hal itu memang terasa agak tidak masuk akal jika melihat struktur lama, tetapi ketika sebagian besar pekerjaan kami berjalan melalui lapisan kecerdasan ini, semuanya menjadi jauh lebih mudah dikelola.”
Coinbase kini memusatkan pengembangan sumber daya manusia pada talenta yang benar-benar memahami AI.
Brian menyebut pegawai masa depan Coinbase akan bertugas mengelola armada agen AI dalam aktivitas kerja mereka sehari-hari.
Perusahaan juga mulai bereksperimen menggunakan tim berukuran sangat kecil dengan dukungan AI.
















































Discussion about this post