ISTANAGARUDA.COM – Di tengah lonjakan adopsi kecerdasan buatan global, MongoDB muncul sebagai platform data modern yang memainkan peran kunci dalam membantu perusahaan mengubah kompleksitas data menjadi sistem AI yang siap digunakan di dunia nyata.
Didirikan pada tahun 2007, MongoDB lahir untuk memperbaiki kelemahan yang selama ini melekat pada database tradisional.
Platform ini dibangun dengan model dokumen yang lebih fleksibel dan selaras dengan cara para pengembang berpikir serta menulis kode.
Pendekatan tersebut memungkinkan sistem yang lebih cepat, adaptif, dan tidak terikat pada struktur kaku.
Saat ini, MongoDB digunakan untuk menjalankan berbagai beban kerja kompleks, termasuk aplikasi kecerdasan buatan generasi terbaru.
Banyak perusahaan kini menghadapi tekanan besar untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka.
Namun tantangan utama sering kali berasal dari data yang tersebar di berbagai sistem lama dan terpisah.
Masalah ini menjadi salah satu fokus utama yang coba dipecahkan oleh MongoDB.
SVP EMEA MongoDB, Gustavo Loewe, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan kini semakin sering berhadapan langsung dengan kompleksitas tersebut.
“Data itu berantakan, arsitektur menjadi kompleks dan, begitu sistem masuk ke tahap produksi, risikonya sangat tinggi. Di situlah MongoDB hadir.”
Ia menambahkan bahwa database telah menjadi fondasi sistem perangkat lunak selama lebih dari enam dekade.
“Database telah menjadi fondasi sistem perangkat lunak selama lebih dari 60 tahun dan MongoDB adalah platform modern untuk era AI, membebaskan tim dari keharusan mengelola banyak sistem sehingga mereka bisa membangun, meluncurkan, dan mengembangkan lebih cepat. Saat ini, kami mendukung beban kerja penting bagi setidaknya 62.500 pelanggan di lebih dari 125 wilayah cloud.”















































Discussion about this post