Salah satu contoh nyata penerapan teknologi ini terlihat pada Nexthink.
Perusahaan tersebut menggunakan MongoDB untuk memantau dan meningkatkan pengalaman digital karyawan.
Setelah melakukan migrasi ke platform ini, Nexthink berhasil menghilangkan gangguan sistem dan menurunkan latensi hingga 98 persen.
Kini, mereka mengandalkan satu platform untuk mengelola data operasional sekaligus mendukung agen AI yang mampu menyelesaikan masalah teknis secara proaktif.
“Nexthink dapat berinovasi lebih cepat dengan menggunakan satu platform untuk data operasional dan AI,” kata Gustavo.
Dalam sektor seperti layanan keuangan dan asuransi, lokasi penyimpanan data menjadi faktor krusial.
Kepatuhan terhadap regulasi, keamanan, dan kedaulatan data tidak bisa ditawar.
MongoDB menawarkan fleksibilitas tinggi dalam hal ini.
“Pelanggan membutuhkan pilihan dalam menentukan bagaimana dan di mana data mereka dijalankan. Dengan MongoDB, organisasi dapat mengelola data di berbagai penyedia cloud, menempatkannya di wilayah tertentu untuk memenuhi regulasi, atau tetap menggunakan sistem lokal jika diperlukan. Jika data harus berada di negara tertentu, kami mendukung itu.”
Fleksibilitas ini juga meningkatkan ketahanan sistem terhadap gangguan.
Perusahaan dapat mendistribusikan data ke berbagai wilayah atau bahkan lintas penyedia cloud.
Langkah ini memastikan ketersediaan layanan tetap terjaga sekaligus meminimalkan risiko.
“Tujuannya adalah memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk menjalankan data mereka di mana pun yang paling masuk akal, tanpa mengorbankan keamanan, kepatuhan, atau keandalan,” lanjutnya.















































Discussion about this post