Pendapatan mereka naik 33 persen menjadi 56,3 miliar dolar AS.
Bisnis iklan masih menjadi mesin utama, tetapi arah perusahaan semakin fokus pada pengembangan AI melalui divisi baru Meta Superintelligence Labs.
Meta bahkan meningkatkan proyeksi belanja modal tahun 2026 menjadi 145 miliar dolar AS untuk memperkuat kapasitas AI.
Meski investasi melonjak, margin operasional tetap kuat di angka 41 persen.
Hal ini didukung oleh peningkatan tayangan iklan sebesar 19 persen.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan ambisi besar perusahaan.
“Kami mencatat kuartal bersejarah dengan peluncuran model pertama dari Meta Superintelligence Labs. Kami berada di jalur untuk menghadirkan superintelligence pribadi bagi miliaran orang.”
Sementara itu, Microsoft juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Pendapatan meningkat 18 persen didorong oleh ekspansi layanan cloud.
Namun, tekanan biaya mulai terlihat pada profitabilitas perusahaan.
Margin kotor cloud turun menjadi 68 persen akibat tingginya investasi infrastruktur AI.
Microsoft juga menanggung beban 3,1 miliar dolar AS terkait investasi pada OpenAI.
Meski demikian, posisi Microsoft tetap kuat sebagai gerbang utama AI enterprise melalui integrasi Azure dan Microsoft 365 Copilot.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menegaskan strategi perusahaan.
“Kami fokus menghadirkan infrastruktur dan solusi AI yang memberdayakan setiap bisnis untuk memaksimalkan hasil di era komputasi berbasis agen. Bisnis AI kami telah melampaui pendapatan tahunan 37 miliar dolar AS, naik 123 persen.”












































Discussion about this post