ISTANAGARUDA.COM – International Monetary Fund mengeluarkan peringatan keras bahwa konflik yang melibatkan Iran berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus meningkatkan risiko resesi secara signifikan.
Pasar global kini berada dalam tekanan setelah lembaga tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dalam laporan World Economic Outlook terbarunya.
IMF mengaitkan revisi turun tersebut dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ketidakpastian terhadap pasokan minyak juga menjadi faktor utama yang memperburuk situasi.
Dampaknya, pemerintah dan bank sentral di berbagai negara mulai mengevaluasi ulang risiko inflasi, pertumbuhan, serta stabilitas keuangan.
IMF menyebutkan bahwa pertumbuhan global masih berpotensi mencapai 3,1% pada tahun ini jika konflik tetap terbatas.
Namun lembaga tersebut mengingatkan bahwa situasi bisa memburuk apabila infrastruktur energi mengalami kerusakan lebih lanjut.
Kenaikan tajam harga minyak juga diprediksi akan mendorong lonjakan biaya di seluruh sektor ekonomi global.
Inflasi global diperkirakan meningkat hingga 4,4% pada tahun ini.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Dalam skenario yang lebih buruk, pertumbuhan ekonomi dunia bisa merosot mendekati 2%.
Level tersebut dianggap sebagai indikasi kondisi mendekati resesi.
IMF juga menyoroti bahwa dampak guncangan energi tidak akan merata di setiap negara.
Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami dampak yang lebih kecil.
Pertumbuhan ekonomi negara tersebut kini diproyeksikan berada di angka 2,3%.

















































Discussion about this post