Skema tersebut juga diarahkan agar pembiayaan proyek tidak menjadi beban langsung bagi APBN.
“DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN. Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional sebagai contoh pada proyek mobil nasional. Kita rencanakan mobil nasional kita, kita produksi secara massal di akhir tahun 2028,” ucap Kepala Negara.
Salah satu contoh proyek yang diproyeksikan mendapat dukungan melalui skema tersebut adalah pengembangan mobil nasional.
Pemerintah menargetkan produksi mobil nasional secara massal dapat dimulai pada akhir 2028.
Di luar sektor finansial dan industri, Prabowo juga menempatkan perlindungan kawasan pesisir sebagai agenda pembangunan strategis nasional.
Presiden menegaskan pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa harus segera dimulai karena proyek tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan jutaan masyarakat dan kawasan industri dari ancaman kenaikan muka air laut.
“Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura Jawa untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare yang mulai tenggelam oleh naiknya laut. Selain itu, Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa,” imbuh Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post