Untuk meningkatkan daya tarik bagi investor global, PFII akan dilengkapi berbagai fasilitas yang memberikan kepastian bagi aktivitas modal dan investasi.
Fasilitas tersebut mencakup kepastian transfer serta repatriasi modal dan keuntungan, insentif perpajakan bagi kegiatan yang memenuhi persyaratan, golden visa, hingga layanan perizinan yang dirancang kompetitif.
Meski memberikan berbagai kemudahan, pemerintah tetap menempatkan tata kelola dan kepatuhan sebagai fondasi utama PFII.
Prabowo menegaskan bahwa ketentuan mengenai pencegahan pencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, serta pertukaran informasi internasional tetap harus dijalankan secara ketat.
“Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Selain membangun pusat keuangan berkelas internasional, pemerintah juga menyiapkan instrumen pembiayaan untuk proyek-proyek strategis yang membutuhkan perspektif jangka panjang.
Prabowo memperkenalkan Danantara Development Management Fund atau DDMF sebagai salah satu instrumen yang akan mendukung pembangunan kapasitas nasional dalam jangka panjang.
Presiden menjelaskan bahwa Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang harus dikelola sebagai instrumen untuk membangun kekuatan ekonomi nasional selama puluhan tahun.
Sementara itu, DDMF akan difokuskan untuk menyiapkan, mengembangkan, serta membiayai proyek strategis yang memiliki arti penting bagi Indonesia tetapi belum memungkinkan memperoleh pendanaan dari investasi komersial jangka pendek.

















































Discussion about this post