Ia menilai kepemimpinan yang baik harus mampu mengambil keputusan berdasarkan fakta dan realitas, bukan berdasarkan keinginan untuk menghindari persoalan.
“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” ucap Presiden.
Bagi Prabowo, menghadapi kenyataan secara terbuka merupakan tahapan penting sebelum sebuah persoalan dapat dicarikan jalan keluar.
Karena itu, Presiden meminta agar pemerintah dan seluruh elemen bangsa tidak terjebak dalam kebiasaan mengeluh ataupun mencari pihak lain untuk dijadikan penyebab setiap persoalan.
“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.
Presiden selanjutnya menyoroti besarnya potensi sumber daya manusia Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan riset dan inovasi nasional.
Ia menilai potensi tersebut harus dipupuk melalui pembinaan, pemberian kesempatan, dukungan, serta proses pengembangan yang berkelanjutan agar para ilmuwan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.
“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” lanjutnya.
Dalam pandangan Presiden, cita-cita para pendiri bangsa untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, adil, dan makmur membutuhkan pendekatan yang rasional serta berlandaskan ilmu pengetahuan.














































Discussion about this post