Rosan menegaskan bahwa minat investor global terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun situasi geopolitik dan geokonomi dunia sedang bergejolak.
“Ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan, walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ujar Rosan.
Ia juga memaparkan tren investasi jangka panjang yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam periode 2014 hingga 2024, total investasi tercatat mencapai sekitar Rp9.100 triliun.
Angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi lebih dari Rp13.000 triliun pada periode 2025 hingga 2029.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu. Kita harapkan ini bisa terus terjaga investasi ini,” lanjutnya.
Dari sisi sektor, investasi didominasi oleh industri logam dasar, termasuk pembangunan smelter dan industri turunannya.
Selain itu, sektor jasa, pertambangan, pengembangan kawasan industri, transportasi, pergudangan, hingga telekomunikasi juga turut menjadi pilar utama pertumbuhan investasi.
Pencapaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan stabilitas investasi nasional.
Namun juga berhasil mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah yang lebih kuat.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru tampil sebagai destinasi investasi yang tangguh, inklusif, dan semakin kompetitif di mata dunia.(*)

















































Discussion about this post