Pemerintah juga tengah menjalankan program konkret berupa uji coba digitalisasi bantuan sosial guna meningkatkan efektivitas penyaluran.
Program ini saat ini diuji coba di wilayah Banyuwangi sebagai tahap awal sebelum diperluas ke berbagai daerah lainnya.
“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelas Seskab Teddy.
Di sisi lain, pemerintah juga melihat peluang besar di tengah ketidakpastian global dengan membuka pintu investasi dari kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center yang diharapkan menjadi magnet baru bagi arus modal internasional.
“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” pungkas Seskab Teddy.
Pertemuan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya fokus menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga agresif dalam menciptakan peluang pertumbuhan baru di tengah lanskap global yang terus berubah.(*)

















































Discussion about this post