Para ahli ini tidak hanya akan memberikan kajian teknis, tetapi juga akan terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
“Bahkan lebih dari itu langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Bapak Kepala Otorita,” imbuh Brian.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa proyek giant sea wall masih berada dalam tahap perencanaan yang terus dimatangkan secara komprehensif.
Pemerintah saat ini tengah melakukan penghitungan detail, terutama terkait waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya dalam negeri.
“Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia. Kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan. Jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste,” ujar Didit.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pembangunan tanggul laut raksasa ini tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas perencanaan yang matang.
Sinergi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci utama agar proyek ini memiliki kekuatan teknis, efisiensi ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan besar pemerintah dalam melindungi wilayah strategis nasional sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.(*)















































Discussion about this post