Presiden juga menyoroti pentingnya pembinaan pencak silat dalam membentuk masyarakat yang kuat dan stabil.
Ia menilai bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kekuatan komunitas di tingkat paling bawah.
“Kalau tiap dukuh, kalau tiap desa, kalau tiap kecamatan, masyarakatnya kuat, masyarakatnya baik, masyarakatnya stabil, masyarakatnya tenang, bangsa ini kuat,” tambahnya.
Dalam perspektif sejarah, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pencak silat telah menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajahan.
Pada masa itu, pencak silat bahkan sempat dilarang oleh kekuatan kolonial.
“Waktu itu pencak silat dilarang. Tidak boleh belajar pencak silat. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita. Malam-malam di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau,” kata Presiden.
Pernyataan Presiden tersebut mempertegas bahwa pencak silat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun karakter dan persatuan bangsa.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pencak silat hadir sebagai simbol ketahanan nasional yang berakar pada nilai-nilai luhur Indonesia.(*)


















































Discussion about this post