Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri prosesi pelantikan tersebut.
Para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita terlihat hadir dalam acara tersebut.
Usai dilantik, Juda Agung menyampaikan pandangannya terkait tugas barunya dalam membantu pengelolaan kebijakan fiskal nasional.
Juda Agung menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan ekonomi lintas sektor guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintahan yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif didalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Juda Agung dalam keterangannya kepada awak media usai pelantikan.
Juda Agung juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan intervensi terhadap nilai tukar rupiah.
Ia menegaskan bahwa kewenangan kebijakan moneter sepenuhnya berada di bawah otoritas Bank Indonesia.
“Selama itu kebijakan moneter, itu di dalam wilayah Bank Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, Juda Agung menilai langkah penguatan integritas pejabat dan tata kelola lembaga yang telah dijalankan oleh Menteri Keuangan dalam beberapa bulan terakhir merupakan langkah strategis yang tepat.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi nasional.
















































Discussion about this post