Pada sektor kesehatan, pemerintah terus memperluas jangkauan layanan dasar kepada masyarakat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis.
Program tersebut disebut sebagai terobosan besar dalam sejarah pelayanan kesehatan nasional.
“70 juta rakyat kita sudah dicek kesehatan gratis. Pertama kali dalam sejarah,” imbuh Kepala Negara.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara daerah maju dan wilayah tertinggal.
Distribusi bantuan fasilitas pendidikan dilakukan secara menyeluruh hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil.
“Saudara bisa lihat hasil-hasil kita yang lain, 282.180 sekolah telah menerima Interactive Flat Panel. Tahun ini sudah selesai. Hampir semua sekolah termasuk yang terluar dan yang terpencil, yang tertinggal sudah menerima. Di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi mereka sudah punya panel interaktif,” ujar Presiden.
Presiden juga menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui konsolidasi aset negara.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang dirancang untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan profesional dan berorientasi jangka panjang.
“Kita telah bentuk dana Sovereign Wealth Fund. Saya telah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan, yang nilainya adalah 1 triliun USD. Lengkapnya adalah 1.040 miliar dolar asset under management,” ucap Presiden Prabowo.
















































Discussion about this post