ISTANAGARUDA.COM – Industri kripto India kembali menjadi sorotan setelah dua pendiri bursa kripto besar ditangkap polisi terkait dugaan penipuan investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan hak franchise.
Dua pendiri bursa kripto India CoinDCX yaitu Sumit Gupta dan Neeraj Khandelwal ditangkap oleh Kepolisian Thane.
Penangkapan tersebut terkait dugaan kasus penipuan investasi kripto senilai ₹71,6 lakh atau sekitar 85.000 dolar AS.
Laporan pengaduan menyebut adanya janji keuntungan tinggi serta penawaran hak franchise yang dikaitkan dengan CoinDCX.
Namun pihak perusahaan membantah seluruh tuduhan tersebut.
Kasus ini bermula dari laporan FIR yang diajukan pada 16 Maret oleh seorang penasihat asuransi berusia 42 tahun dari Mumbra.
Korban mengaku mengalami kerugian sebesar ₹71,6 lakh.
Korban mengaku dihubungi antara Agustus 2025 hingga Februari 2026.
Dalam periode tersebut, korban dijanjikan keuntungan investasi tinggi serta peluang franchise yang dikaitkan dengan CoinDCX.
Polisi menyatakan bahwa ada enam orang yang disebut dalam laporan FIR tersebut.
Tuduhan yang diajukan termasuk pelanggaran kepercayaan kriminal berdasarkan Bharatiya Nyaya Sanhita.
Dana disebut dikumpulkan melalui uang tunai dan transfer bank.
Namun korban tidak pernah menerima keuntungan maupun hak franchise yang dijanjikan.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa para terduga pelaku kemudian tidak dapat dihubungi.
Sumit Gupta dan Neeraj Khandelwal ditangkap polisi Thane pada hari Sabtu.
Keduanya diamankan dari Bengaluru dan kemudian dibawa ke pengadilan libur di Thane.
Pengadilan kemudian memutuskan keduanya ditahan oleh polisi hingga 23 Maret.
Pihak CoinDCX membantah tuduhan dalam FIR dan menyebutnya tidak benar.
Perusahaan menyatakan bahwa kasus ini merupakan bagian dari penipuan yang lebih besar.
Menurut perusahaan, para penipu menyamar menggunakan identitas pendiri dan merek CoinDCX.
Perusahaan juga menyatakan bahwa klaim mengenai dana yang ditransfer ke rekening terkait adalah tidak benar.
Perusahaan menegaskan bahwa rekening tersebut tidak memiliki hubungan dengan CoinDCX.
Perusahaan juga mengungkap adanya pola penipuan yang meniru merek mereka.
Antara 1 April 2024 hingga 5 Januari 2026, perusahaan melaporkan lebih dari 1.212 situs web palsu yang meniru merek mereka.
Salah satu domain yang diduga terkait kasus ini adalah coindcx.pro.
CoinDCX juga menyatakan bahwa pelapor tidak menghubungi perusahaan sebelum mengajukan FIR.
Perusahaan menduga pelapor kemungkinan berinteraksi dengan platform palsu.
Penyelidikan kasus ini masih berlangsung.
Polisi sebelumnya telah memeriksa para pendiri di Kantor Polisi Bellandur sebelum melakukan penangkapan.
Pihak berwenang saat ini sedang menelusuri aliran dana serta catatan komunikasi.
CoinDCX menyatakan bahwa mereka bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum.
Perusahaan juga mengimbau pengguna agar berhati-hati terhadap penipuan yang menyamar sebagai perusahaan kripto.
Penangkapan ini terjadi pada periode yang cukup menantang bagi CoinDCX.
Pada Juli 2025, CoinDCX mengalami serangan peretasan senilai 44 juta dolar AS setelah malware menyerang sistem internal.
Perusahaan menanggung kerugian tersebut dan dana pengguna tidak terdampak.
Didirikan pada tahun 2018, CoinDCX melaporkan memiliki lebih dari 20 juta pengguna.
Volume perdagangan tahunan perusahaan disebut mencapai sekitar 165 miliar dolar AS.
Platform tersebut mencapai valuasi 2,45 miliar dolar AS setelah menerima investasi dari Coinbase Ventures pada Oktober 2025.
Tuduhan dalam kasus ini belum terbukti di pengadilan.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.(*)
















































Discussion about this post