ISTANAGARUDA.COM – Bitcoin memasuki fase yang oleh banyak analis disebut sebagai periode paling matang dan paling didukung secara struktural sepanjang sejarahnya menjelang tahun 2026.
Harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$89.276 di tengah bertemunya lima katalis besar yang dinilai mampu mengubah lanskap pasar kripto global.
Salah satu faktor utama adalah pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis Amerika Serikat di era pemerintahan Donald Trump.
Cadangan tersebut saat ini dilaporkan telah menguasai lebih dari 198.000 Bitcoin dari hasil penyitaan federal.
Pemerintah AS juga disebut memiliki rencana ambisius untuk mengakumulasi hingga 1 juta Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan.
Katalis berikutnya adalah CLARITY Act yang ditargetkan lolos di Senat pada kuartal pertama 2026.
Undang-undang ini diproyeksikan membuka akses dana pensiun senilai US$36 triliun ke pasar Bitcoin.
Sepanjang 2025, ETF Bitcoin spot telah mencatat arus masuk dana sebesar US$31 miliar.
Pasokan Bitcoin juga semakin ketat pasca-halving April 2024 yang memangkas suplai harian menjadi hanya 450 BTC.
Puncaknya, pada Maret 2026 dunia akan menyaksikan penambangan Bitcoin ke-20 juta, menyisakan hanya sekitar 5 persen dari total suplai maksimum.
Dari sisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin saat ini menunjukkan konsolidasi yang dinilai sehat.
Bitcoin bergerak di rentang US$85.000 hingga US$102.000 setelah reli kuat dari US$67.000 ke US$108.000.
Harga masih berada di atas seluruh Exponential Moving Average utama, menandakan struktur bullish tetap terjaga.
















































Discussion about this post