Ia mengatakan, “Penelitian ini memperkenalkan formulasi eksplisit pertama untuk masalah fast charging baterai sepanjang masa pakai kendaraan. Metode yang diusulkan menghasilkan peningkatan performa yang signifikan, di mana usia baterai diperpanjang hingga 703 siklus pengisian penuh ekuivalen….yang mewakili peningkatan sebesar 22,9% dibandingkan standar dasar.”
Saat ini baterai mobil listrik modern memang sudah dirancang agar mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa kerusakan serius.
Meski demikian, pengisian cepat berdaya tinggi tetap dapat mempercepat proses penuaan baterai.
Tekanan besar selama fast charging dapat memicu fenomena lithium plating, yaitu penumpukan ion lithium pada anoda yang akhirnya mempercepat degradasi baterai.
Teknologi Battery Management System atau BMS berbasis AI yang dikembangkan para peneliti bertujuan mencegah kondisi tersebut terjadi.
Dalam sistem ini, peneliti memanfaatkan reinforcement learning, yaitu metode pembelajaran mesin yang memungkinkan sistem belajar melalui proses percobaan dan evaluasi untuk menemukan hasil terbaik.
AI tersebut akan menyesuaikan arus listrik berdasarkan kondisi kesehatan baterai serta karakter kimia di dalamnya selama proses pengisian berlangsung.
Seiring bertambahnya usia baterai, sistem AI akan secara otomatis mengatur tegangan agar komponen penting seperti anoda, katoda, dan elektrolit tidak mengalami tekanan berlebihan.
Penelitian lain yang dilakukan Geotab pada 2024 menyebutkan bahwa rata-rata degradasi baterai kendaraan listrik hanya sekitar 1,8 persen per tahun.
















































Discussion about this post