Setelah prosesi pengambilan sumpah selesai, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik, disusul para tamu undangan.
Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana, membacakan Keputusan Presiden terkait pengangkatan Maruli, sedangkan pelantikan Tandyo disaksikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Usai pelantikan, Maruli menjelaskan bahwa Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil dibentuk untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan perbatasan dan wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurut Maruli, keberadaan badan tersebut diharapkan mendukung penguatan perekonomian masyarakat di daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan pembangunan.
“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.
Dalam posisi barunya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membantu Panglima TNI menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dan tugas organisasi.
Di sisi lain, Tandyo menyatakan akan memprioritaskan percepatan program strategis pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat, sejalan dengan agenda Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, serta penguatan ketahanan pangan.



















































Discussion about this post