Kementerian Perhubungan juga menyebutkan bahwa sejumlah maskapai telah melakukan penyesuaian operasional untuk mengantisipasi perubahan jadwal dan meningkatnya jumlah penumpang akibat pengalihan penerbangan.
Penyesuaian itu antara lain dilakukan melalui penambahan penerbangan dan penggunaan pesawat berbadan lebar pada rute-rute tertentu.
“Kami juga menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam Bapak Presiden untuk bisa menampung pengalihan penerbangan, dan juga mempercepat pemulihan jadwal penerbangan,” kata Dudy.
Pemerintah turut menyiapkan perlindungan bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi abu vulkanik.
Penumpang terdampak diberikan hak pengembalian biaya tiket secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terhadap penumpang kami memberikan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di mana saat ini kami memberikan 100 persen refund penuh Bapak Presiden terhadap penerbangan yang dibatalkan,” jelasnya.
Tidak hanya penumpang domestik, pemerintah juga memberikan relaksasi terhadap izin tinggal warga negara asing yang masa tinggalnya terlampaui akibat penerbangan mereka mengalami pembatalan.
Untuk memperlancar perpindahan penumpang dari dan menuju bandara alternatif, InJourney Airports bersama Danantara menyiapkan layanan transportasi darat tanpa biaya tambahan.
Layanan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Damri dan PT KAI untuk menghubungkan sejumlah kota dan bandara alternatif.
“Tujuan ke dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya,” katanya.
Sementara itu, BMKG terus berkomunikasi dengan VAAC Darwin untuk memperbarui informasi mengenai pergerakan abu vulkanik dan memastikan informasi meteorologi penerbangan tetap sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer.

















































Discussion about this post