Pengujian di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug juga memberikan sinyal positif karena hasil paper test di keempat lokasi tersebut menunjukkan tidak adanya debu vulkanik yang terdeteksi.
“Untuk Soekarno-Hatta ini empat kali berturut-turut paper test-nya telah menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test ini. Hal ini terus kami komunikasikan dengan VAAC yang ada di Darwin agar sigmetnya (significant meteorological information) dapat dipulihkan,” ungkapnya.
Selain memastikan keselamatan penerbangan, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan munculnya tsunami yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
BMKG telah mengoperasikan 20 perangkat pemantauan tsunami di kawasan sekitar Selat Sunda untuk mendeteksi kemungkinan perubahan muka air laut secara cepat.
Hingga laporan tersebut disampaikan, BMKG belum menemukan anomali kenaikan muka air laut yang berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau.
Sistem pemantauan juga diperkuat dengan penggunaan sensor seismograf dan high frequency radar untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi perubahan kondisi laut maupun aktivitas kegempaan.
Pada sektor pelayaran, pemerintah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk membatasi aktivitas kapal di sekitar gunung.
Notice to mariners telah diterbitkan dengan ketentuan pembatasan aktivitas pelayaran dalam radius tiga kilometer dari kawah Anak Krakatau selama status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

















































Discussion about this post