Usai prosesi mengheningkan cipta, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin pembacaan doa untuk mengiringi rangkaian upacara.
Perhatian kemudian tertuju kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat” yang bersiap menjalankan tugas utama mengibarkan Sang Merah Putih.
Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Kalimantan Barat, mendapat amanah sebagai pembawa Bendera Merah Putih.
Dalam formasi tersebut, Celina didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Bengkulu yang bertugas sebagai pembentang bendera.
Sementara itu, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan menjalankan tugas sebagai pengerek bendera.
Posisi Komandan Kelompok 8 dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok yang merupakan perwakilan dari Provinsi Jambi.
Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, Sang Merah Putih perlahan dinaikkan menuju puncak tiang di halaman Istana Merdeka.
Bendera pusaka tersebut kemudian berkibar gagah di langit Jakarta, sementara seluruh peserta dan tamu undangan memberikan penghormatan dengan sikap sempurna.
Berkibarnya Merah Putih menjadi salah satu puncak emosional dalam upacara yang memperingati 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai negara merdeka.
Setelah prosesi pengibaran selesai, Komandan Upacara kembali menghadap Presiden Prabowo untuk menyampaikan laporan sebagai tanda berakhirnya rangkaian utama Peringatan Detik-Detik Proklamasi.
Perayaan kemudian berlanjut dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” ciptaan Husein Mutahar.
Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat bersama Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan suasana penuh semangat dan kegembiraan setelah berlangsungnya prosesi sakral.

















































Discussion about this post