Presiden mengakui bahwa Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus mampu memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Selama beberapa dasarwarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan besarnya potensi ekonomi Indonesia yang didukung kekayaan sumber daya alam melimpah.
Indonesia disebut sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, kelapa sawit, batu bara, hingga nikel.
Selain itu, Indonesia juga dinilai semakin kuat dalam sektor pangan.
“Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting, dan sekarang kita sudah swasembada pangan di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” ungkap Presiden Prabowo.
Meski memiliki kekayaan alam yang luar biasa, Presiden menilai manfaat ekonomi dari sumber daya tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat Indonesia.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan transformasi ekonomi agar kekayaan nasional dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
















































Discussion about this post