“Tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandasan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” pungkas Kepala Negara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Pancasila harus menjadi jalan untuk menciptakan keadilan sosial dan kemakmuran yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Baginya, kekayaan bangsa harus dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat dan menjadi fondasi bagi Indonesia yang berdaulat, maju, serta sejahtera.
Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, para pimpinan lembaga negara, jajaran Kabinet Merah Putih, serta ratusan tamu undangan lainnya.(*)
















































Discussion about this post