Menurut Presiden, Pancasila lahir dari pengalaman sejarah, budaya, serta nilai-nilai yang tumbuh dari bangsa Indonesia sendiri.
Karena itu, Pancasila menjadi kesepakatan besar yang mampu menyatukan bangsa yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya yang berbeda.
“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” lanjutnya.
Presiden juga menyoroti relevansi tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Menurutnya, tema tersebut sangat penting di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik, konflik internasional, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global.
“Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” katanya.
Selain menegaskan peran Pancasila sebagai pemersatu bangsa, Presiden Prabowo juga menyoroti tantangan besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar dokumen sejarah.
Menurut Presiden, Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam setiap kebijakan pembangunan dan kehidupan berbangsa.
“Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” ujar Presiden Prabowo.
















































Discussion about this post