Penyerahan dilakukan dari Satgas PKH kepada Kementerian Keuangan, kemudian dilanjutkan kepada BPI Danantara dan PT Agrinas Palma Nusantara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset negara tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjaga kekayaan nasional dari praktik-praktik yang merugikan rakyat.
“Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini, jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi, pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Presiden.
Presiden juga mengungkapkan bahwa kegiatan penyerahan kali ini merupakan penyelamatan aset negara yang keempat dengan total nilai mencapai sekitar Rp40 triliun.
Menurut Presiden, hasil penyelamatan tersebut nantinya akan digunakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Pemerintah, kata Presiden, saat ini tengah fokus mempercepat renovasi sekolah dan fasilitas kesehatan agar manfaat kekayaan negara benar-benar kembali kepada masyarakat.
“Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi kepada Satgas PKH, Kejaksaan Agung, Kepolisian, TNI, BPKP, hingga PPATK yang dinilai bekerja serius dalam mengamankan aset negara dan menegakkan hukum.
















































Discussion about this post