Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menjelaskan pemerintah saat ini tengah menyempurnakan master plan pembangunan giant seawall dengan melibatkan banyak pihak agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas.
“Jadi tidak hanya dibangun giant seawall-nya aja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, dan juga melakukan pengkajiannya,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, pemerintah berharap proyek raksasa tersebut nantinya dapat melahirkan kawasan ekonomi baru yang mampu menarik investasi dan mempercepat pembangunan daerah.
“Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant seawall ini,” lanjutnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa pemerintah kini tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan pesisir di Pantura.
Menurut Didit, setiap wilayah memiliki tantangan sosial ekonomi dan karakteristik geografis yang berbeda sehingga penanganannya harus dilakukan secara terukur dan kolaboratif.
“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan,” ujar Didit.
Pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah titik prioritas sebagai lokasi awal pembangunan giant seawall.














































Discussion about this post