Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pengembangan besar-besaran sektor kelautan dan perikanan nasional melalui konsep ekonomi biru atau blue ocean economy.
“Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kekayaan laut Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Ia juga menekankan bahwa para nelayan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar dan para nelayan yang punya jasa besar, dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita,” imbuh Kepala Negara.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo turut mengumumkan rencana pembangunan ribuan kapal ikan yang akan disalurkan kepada nelayan melalui sistem koperasi.
“Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada yang kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil,” imbuh Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post