Sebanyak 22% responden menempatkan kedua aspek tersebut sebagai prioritas utama.
Di posisi berikutnya, 20% ingin dapat melakukan lebih banyak aktivitas tanpa harus beralih ke ponsel dengan layar lebih besar.
Adapun 15% responden menginginkan desain yang lebih tipis dan mudah dibawa ke mana-mana.
Menariknya, bentuk perangkat yang berbeda mulai dipertimbangkan sebagai solusi atas kebutuhan tertentu.
Sebanyak 23% responden mengatakan fitur yang sesuai dengan aktivitas rutin mereka dapat membuat mereka mempertimbangkan jenis smartphone yang berbeda dari pilihan biasanya.
Selain itu, 18% menyatakan bahwa peningkatan privasi ketika menggunakan ponsel di dekat orang lain juga bisa mendorong mereka beralih ke jenis perangkat lain.
Keterbukaan terhadap desain smartphone baru terlihat cukup kuat di kalangan konsumen berusia lebih muda.
Pada kelompok usia 25–34 tahun, sebanyak 21% responden tertarik mempertimbangkan ponsel berukuran normal yang dapat dibuka menjadi perangkat menyerupai tablet kecil.
Sementara itu, 23% responden dalam kelompok usia yang sama mengatakan bahwa ponsel yang lebih ringan atau lebih tipis dan sesuai dengan gaya hidup mereka dapat membuat mereka mengubah pilihan perangkat.
Secara keseluruhan, hasil survei ini memperlihatkan bahwa keputusan membeli smartphone semakin berkaitan dengan pengalaman penggunaan, kebutuhan produktivitas, privasi, dan identitas pribadi, bukan semata-mata spesifikasi teknis.
Meski demikian, hasil tersebut mencerminkan jawaban responden di lima negara Eropa yang diteliti dan tidak serta-merta menggambarkan preferensi seluruh konsumen di dunia.(*)

















































Discussion about this post