ISTANAGARUDA.COM – Aksi berani dipertontonkan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Ramly Muhammad, demi membela kepentingan rakyat kecil.
Ya, Ramly Muhammad memutuskan keluar dari sidang paripurna pada Jumat (01/11/2024) sebagai bentuk protes terhadap rencana penghapusan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) pada tahun 2025.
Sebelum walk out, Ramly Muhammad sempat mengajukan interupsi untuk mempertanyakan kelanjutan KJP dan KJMU dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Sidang tersebut membahas agenda penandatanganan MoU terkait rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan prioritas serta plafon anggaran sementara APBD DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2025.
Ramly, yang juga merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, berharap agar dana untuk program KJP Plus tetap dialokasikan tahun depan.
Menurutnya, penerapan kebijakan sekolah gratis yang dijadwalkan mulai Juni 2025 tidak seharusnya menghapuskan KJP dan KJMU.
“Kami ingin memastikan apakah KJP akan tetap ada saat kebijakan sekolah gratis diterapkan pada 2025. Apakah KJP akan dihapus atau dipertahankan?” ujar Ramly.
Ramly juga menekankan bahwa ketiga pasangan calon dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 mendukung keberlanjutan KJP Plus.
Ia khawatir, jika KJP dan KJMU dihapus sekarang, kebijakan tersebut bisa saja berubah lagi saat Pilkada usai pada 27 November 2024.
“Tiga pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada saat ini sepakat mempertahankan KJP. Jangan sampai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) malah menghilangkan KJP dan KJMU, yang sebenarnya hanya memerlukan dana sekitar Rp 2,4 triliun. Dana tersebut bisa diambil dari Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat,” jelasnya.













































Discussion about this post