ISTANAGARUDA.COM – Gelombang kecerdasan buatan atau AI mulai memicu perubahan besar di dunia kripto setelah sejumlah perusahaan penambangan Bitcoin menjual cadangan BTC mereka dan mengalihkan sumber daya ke pembangunan pusat data AI yang dinilai lebih menguntungkan.
Persimpangan antara penambangan Bitcoin dan ekspansi AI kini menjadi sorotan utama industri teknologi.
Kebutuhan energi dan infrastruktur komputasi yang sangat besar membuat kedua sektor tersebut semakin saling terkait.
Di sisi lain, meningkatnya investasi pada pusat data AI memunculkan tanda-tanda bahwa sebagian pelaku industri penambangan Bitcoin mulai mengubah arah bisnis mereka.
Penambang Bitcoin Mulai Beralih ke AI
Beberapa perusahaan penambangan Bitcoin yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung jangka panjang BTC kini justru melepas sebagian atau seluruh kepemilikan aset digital mereka.
Salah satu contohnya adalah
Bitdeer
, perusahaan teknologi dan blockchain berbasis di Singapura yang dilaporkan menjual seluruh kepemilikan Bitcoinnya untuk mendanai ekspansi ke sektor pusat data AI.
Perusahaan penambangan besar lainnya seperti
Core Scientific
dan
MARA
juga disebut mulai menyesuaikan strategi kepemilikan BTC mereka.
Penjualan aset oleh para pemain besar tersebut dipandang sebagai indikasi bahwa AI dianggap menawarkan prospek bisnis yang lebih menarik dibandingkan penambangan kripto murni.
Salah satu titik temu utama antara penambangan Bitcoin dan pusat data AI adalah konsumsi listrik.
Kedua industri sama-sama membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

















































Discussion about this post