Kesamaan kebutuhan infrastruktur inilah yang membuat banyak penambang lebih mudah melakukan diversifikasi ke bisnis AI tanpa harus membangun jaringan energi baru dari nol.
Saat Menambang Bitcoin Dinilai Kurang Menguntungkan
Menurut sejumlah sumber industri, biaya operasional penambangan saat ini membuat beberapa perusahaan mengalami tekanan keuntungan yang signifikan.
Situasi tersebut dianggap sulit dipertahankan dalam jangka panjang dan menjadi salah satu alasan utama perpindahan fokus ke infrastruktur AI.
Transisi dari fasilitas penambangan Bitcoin ke pusat data AI juga dinilai lebih praktis karena banyak infrastruktur dasar seperti pasokan listrik, pendinginan, dan pusat data sudah tersedia.
Meski tren ini terlihat negatif bagi pasar kripto, sebagian analis melihatnya sebagai peluang restrukturisasi industri penambangan Bitcoin.
Data yang beredar menyebut sekitar 52 persen hashrate Bitcoin kini dijalankan menggunakan energi berkelanjutan.
Jika penggunaan energi berkelanjutan terus meningkat, biaya operasional penambangan berpotensi menjadi lebih stabil di masa depan.
Bagaimana Masa Depan Penambangan Bitcoin?
Dengan struktur pendapatan yang lebih stabil, penambang dapat mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga Bitcoin.
Perubahan ini juga berpotensi menurunkan hambatan masuk bagi pelaku yang lebih kecil dan lebih efisien.
Akibatnya, distribusi kekuatan penambangan di jaringan Bitcoin bisa menjadi lebih merata.
Sejumlah pengamat bahkan menilai industri ini dapat kembali mendekati model awal Bitcoin, ketika individu masih memiliki peluang untuk membangun rig kecil dan bersaing mendapatkan koin.

















































Discussion about this post