ISTANAGARUDA.COM – Sebuah terobosan terbaru di dunia kendaraan listrik membuka harapan besar bagi masa depan mobil EV setelah para peneliti berhasil mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang diklaim mampu memperpanjang usia baterai hingga hampir seperempat lebih lama dibanding sistem pengisian biasa.
Popularitas mobil listrik selama ini terus meningkat karena dianggap mampu mengurangi berbagai persoalan klasik yang selama puluhan tahun melekat pada mesin berbahan bakar bensin dan diesel.
Namun di balik perkembangan pesat tersebut, industri otomotif kini menghadapi tantangan baru yang berkaitan dengan kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Penggunaan fast charging secara terus-menerus diketahui dapat mempercepat penurunan kualitas komponen lithium-ion pada baterai kendaraan listrik.
Sebuah penelitian terbaru kini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan atau AI berpotensi menjadi solusi penting untuk memperlambat degradasi tersebut.
Tim peneliti dari Chalmers University of Technology mengembangkan metode pengisian daya berbasis AI yang mampu mengoptimalkan arus listrik selama proses fast charging berlangsung.
Hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal akademik IEEE itu menyebutkan bahwa teknologi tersebut mampu meningkatkan usia pakai baterai kendaraan listrik hingga sekitar 23 persen.
Angka tersebut setara dengan hampir seperempat tambahan umur baterai dibanding metode pengisian standar saat ini.
Peneliti dari Departemen Teknik Elektro di Chalmers University of Technology, Meng Yuan, menyebut sistem ini sebagai langkah penting dalam pengelolaan baterai kendaraan listrik masa depan.
















































Discussion about this post