Tahap peluncuran pertama ditargetkan berlangsung pada 2029.
Layanan IRIS kemudian diharapkan mulai tersedia tidak lama setelah satelit-satelit pertama mencapai orbit pada tahun yang sama.
Dari sisi jumlah satelit, skala IRIS memang masih jauh berada di bawah jaringan Starlink milik SpaceX yang saat ini telah memiliki lebih dari 10.000 satelit aktif di orbit rendah Bumi.
Namun, IRIS tidak dirancang untuk menjadi pesaing langsung Starlink dalam merebut pasar internet satelit konsumen.
Fokus utama jaringan tersebut adalah menyediakan infrastruktur komunikasi strategis bagi negara-negara anggota Uni Eropa dan sejumlah negara mitra, termasuk Norwegia dan Islandia.
Layanan ini akan diarahkan untuk mendukung operasi-operasi penting yang membutuhkan komunikasi andal, terutama ketika terjadi keadaan darurat.
Selain penanganan bencana, jaringan tersebut juga dipersiapkan untuk kebutuhan kemanusiaan serta pengawasan wilayah perbatasan.
Meski pada tahap awal ditujukan bagi kebutuhan pemerintah dan operasi strategis, IRIS tidak menutup kemungkinan untuk melayani sektor komersial dan masyarakat umum.
Di masa mendatang, jaringan ini direncanakan dapat digunakan oleh perusahaan dan warga di wilayah yang belum memiliki jaringan komunikasi tradisional atau berada di lokasi dengan konektivitas yang tidak dapat diandalkan.
Dengan demikian, proyek IRIS bukan sekadar upaya Uni Eropa membangun jaringan internet berbasis satelit, melainkan juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur komunikasi yang berada di luar kendalinya.











































Discussion about this post